Skip to content

Jakarta, ayomarketing.com – Dalam menjalankan bisnis, produk yang bagus saja tidaklah cukup, karena sebagus apapun produk yang kamu miliki, tanpa Perencanaan penjualan atau marketing plan yang baik, akan sulit bagi produk mu untuk mencapai target audience yang tepat dan mencapai tingkat penjualan yang maksimal. Oleh sebab itu pada pembahasan kali ini kita akan mengupas tuntas cara membuat marketing plan yang lengkap dan mudah dipelajari.

Yuk, dibaca sampai akhir !

Apa itu marketing plan ?

Jika diartikan secara garis besar Marketing plan adalah sebuah rencana pemasaran yang berisi strategi pemasaran dan aktivitas marketing lainnya untuk mencapai tujuan dalam kurun waktu yang sudah ditentukan. Jadi dengan kata lain marketing plan adalah panduan yang sudah dirumuskan untuk membantu kamu mencapai target penjualan yang sudah kamu tentukan.

Pada umumnya marketing plan berisi beberapa strategi marketing yang juga memuat beberapa kampanye marketing yang ditujukan sebagai alat untuk mencapai tujuan pemasaran yang sudah ditentukan. Pada umumnya target ditentukan terlebih dahulu, baru kemudian marketing plan dibuat sebagai rumusan untuk mencapai tujuan tersebut.


kampanye marketing >> strategi marketing >> Marketing plan

Kenapa Harus Membuat Marketing Plan ?

Kalau kamu bertanya, Seberapa penting sih membuat marketing plan ? jawabnya adalah  “Penting ! pake banget”. Ibaratnya begini, ada seorang pengusaha kopi yang memiliki target ingin menjual 1000 gelas kopi perhari, tetapi dia tidak tahu kepada siapa dia harus menjual kopinya, dimana ia harus menjualnya, kopi seperti apa yang disukai pelanggannya, seperti apa para pesaing dan seterusnya. Maka kecil kemungkinan ia akan mencapai target tersebut, malahan bisa jadi usaha kopinya akan tutup karena tidak ada yang membeli produk kopinya karena dia menjual kopi pada orang yang tidak membutuhkannya.

Nah disitulah pentingnya marketing plan, yaitu sebagai kunci atau panduan untuk mempertemukan antara produk yang tepat dengan market yang tepat. Ataupun sebagai cara untuk menumbuhkan minat kepada target market baru yang belum mengetahui kebutuhannya terhadap produk tersebut. Selain itu Marketing plan pun dapat memudahkan kamu untuk menentukan strategi dan menghindarkan kamu  untuk membuang terlalu banyak waktu dan resource mengerjakan hal yang tidak penting

Baca Juga :

Cara Membuat Marketing Plan yang Baik

Sebelum membuat marketing plan, perhatikan 8 kunci penting untuk membuat marketing plan yang baik dibawah ini :

  1. Tentukan Visi dan Misi Bisnis kamu
  2. Tentukan Target Market dan buat Buyer persona
  3. Kenali Siapa Kompetitor kamu
  4. Tentukan Key Performance Indicator (KPI) untuk Marketing Plan Bisnis Anda
  5. Buatlah Strategi Konten
  6. Tetapkan Anggaran Marketing Bisnis kamu
  7. Buatlah Batasan mana yang tidak perlu dikerjakan
  8. Gunakan Marketing Tool yang tepat

1. Tentukan Visi dan Misi Bisnis kamu

Visi misi merupakan sesuatu yang sudah sangat sering disebutkan dalam berbagai hal, terutama bisnis. Akan tetapi banyak yang salah penerapannya. Jika masih bingung, sebenarnya begini bahasa mudahnya. VISI adalah arah tujuan atau kunci pencapaian yang ingin kamu capai sedangkan misi adalah langkah yang kamu lakukan untuk mewujudkan visi tersebut

Sebagai contoh, jika kamu memiliki usaha dalam menjual minuman segar yang menyehatkan kamu dapat membuat visi dan misinya seperti ini

Visi :  menjadi penyedia minuman berkualitas yang enak dan menyehatkan

Misi :

  1. Selalu menyajikan minuman dengan menggunakan bahan alami yang berkualitas
  2. Menggunakan pemanis yang rendah kalori dalam setiap produknya
  3. Memberikan informasi penting mengenai manfaat dari setiap bahan yang digunakan

Kira-kira begitu kurang dan lebihnya

2. Tentukan Target Market dan buat buyer persona

Langkah awal dalam menentukan target market biasanya dimulai dengan membuat segmentasinya yang terdiri dari :

Demografi

  • Jenis Kelamin
  • Usia
  • Tingkat pendidikan
  • Tingkat Pendapatan

Geografi
Zona atau wilayah kamu akan memasarkan produkmu

Psikografi
Karakter atau kebiasaan orang yang tinggal di wilayah yang ingin kamu pasarkan

Nah, setelah kamu menentukan target market sesuai dengan contoh di atas kamu dapat membuat perwujudan target market tersebut secara garis besar jika mereka diumpamakan seperti seseorang. Dan proses memvisualkan target market kedalam bentuk personalisasi tersebut biasa disebut dengan buyer persona. Dan berikut ini beberapa point yang dimuat dalam membuat buyer persona :

  • Nama
  • Usia
  • Pekerjaan
  • Hobi
  • Cita-cita
  • Disukai
  • Tidak Disukai

3. Kenali Siapa Kompetitor kamu

“Kenali Musuhmu lebih dari sahabatmu” kata-kata seperti ini sudah sangat kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Dan memang benar. Dengan mengenal siapa pesaing kita, kita jadi mendapatkan gambaran penuh tentang siapa yang kita hadapi, apa yang biasa dilakukan, kekurang dan kelebihan. Sehingga kita dapat mengambil langkah yang tepat dan lebih mengetahui medan yang kita hadapi dalam berbisnis. Dan dibawah ini adalah beberapa hal yang biasanya harus dimasukkan dalam competitor analysis

 

Nama Kompetitor | Kekurangan | Kelebihan |  Channel yang dimiliki

 

Nah, kalau kalian bingung mengenai bagaimana cara untuk mendapatkan informasi tersebut. Beberapa tips dibawah ini mungkin bisa jadi cara yang mungkin dipakai.

Googling
“Kalau bingung googling aja, Mbah Google tau apa yang kamu cari” sepertinya ungkapan saya disamping sudah jelas lah ya :), kalau masih nga ngerti juga berarti ada yang salah dengan kamu.

Jadi Customer bayangan
Pembeli adalah raja, hampir jarang produsen yang menolak kemauan konsumennya. Jadi kalau kamu ingin mengetahui apa yang pesaing kamu lakukan dan miliki, jadilah konsumen nya. 

Stalking Channel marketingnya
Nga cuma mantan yang yang suka di stalking, kompetitor juga loh ternyata ! hal ini mungkin sudah sangat awam terjadi dikalangan para pebisnis, jadi kamu nga perlu khawatir hal ini salah untuk dilakukan. Selama persaingannya masih sehat, aman kok.

Gali informasi dari konsumen
“Mau tau lebih tentang pacarmu. Tanya orang terdekatnya,  mau tau tentang kompetitormu, tanya konsumennya”  seperti ini lah kira-kira konsepnya. Terlebih kalau kamu tambahkan gimic-gimic kecil pada saat kamu bertanya. Seperti hadiah dan lainnya. Pasti keluar semua tuh informasinya.

4. Tentukan Key Performance Indicator (KPI) untuk Marketing Plan Bisnis Anda

KPI atau Key Performance Indicator adalah target pencapaian yang dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan dari strategi atau kampanye marketing yang akan kamu kerjakan, komponennya bisa beragam seperti :  trafik organik website, trafik media sosial, jumlah produk terjual, dsb. Intinya adalah kamu harus menentukan target yang ingin dicapai karena tanpa target kamu akan berjalan buta dan tidak mengetahui apa hasil dari strategi dan dan kampanye marketing yang kamu lakukan

5. Strategi Konten

Sebelum kamu menentukan strategi konten, kamu harus tahu dulu dengan yang namanya AIDA. Eits, bukan nama penyakit ya ! hehehehe. AIDA yang dimaksud disini adalah (Awareness, Interest, Desire, Action). Kalau kamu bingung, kira-kira gini bahasa sederhananya :

Awareness/Attention: meningkatkan brand awareness atau memancing perhatian target pasar kepada brand kamu

Interest: menarik minat target pasar berdasarkan masalah mereka

Desire: menawarkan solusi ke target pasar

Action: mengarahkan target pasar untuk melakukan aksi yang Anda inginkan. Misalnya, pembelian atau konsultasi

Setelah kamu membuat kerangka konten dengan AIDA, selanjutnya Tentukan tipe konten apa saja yang akan kamu buat. Apakah itu blog posts, infografik, ebook, atau video YouTube. Lalu tentukan pula berapa banyak konten yang akan dibuat. kamu bisa membuat konten harian, mingguan, bulanan, atau bahkan 3 bulanan. Semuanya bisa disesuaikan dengan alur kerja dan target jangka pendek yang sudah Anda terapkan untuk kontenmu. Terakhir tentukan channel apa yang akan digunakan untuk mendistribusi konten. Beberapa channel populer yang bisa Anda gunakan yaitu: YouTube, Instagram, Facebook, Twitter, LinkedIn, dan Pinterest.

5. Strategi Konten

Sebelum kamu menentukan strategi konten, kamu harus tahu dulu dengan yang namanya AIDA. Eits, bukan nama penyakit ya ! hehehehe. AIDA yang dimaksud disini adalah (Awareness, Interest, Desire, Action). Kalau kamu bingung, kira-kira gini bahasa sederhananya :

Awareness/Attention: meningkatkan brand awareness atau memancing perhatian target pasar kepada brand kamu

Interest: menarik minat target pasar berdasarkan masalah mereka

Desire: menawarkan solusi ke target pasar

Action: mengarahkan target pasar untuk melakukan aksi yang Anda inginkan. Misalnya, pembelian atau konsultasi

Setelah kamu membuat kerangka konten dengan AIDA, selanjutnya Tentukan tipe konten apa saja yang akan kamu buat. Apakah itu blog posts, infografik, ebook, atau video YouTube. Lalu tentukan pula berapa banyak konten yang akan dibuat. kamu bisa membuat konten harian, mingguan, bulanan, atau bahkan 3 bulanan. Semuanya bisa disesuaikan dengan alur kerja dan target jangka pendek yang sudah Anda terapkan untuk kontenmu. Terakhir tentukan channel apa yang akan digunakan untuk mendistribusi konten. Beberapa channel populer yang bisa Anda gunakan yaitu: YouTube, Instagram, Facebook, Twitter, LinkedIn, dan Pinterest.

6. Tetapkan Anggaran Marketing Anda

Bicara soal anggaran marketing, sebenarnya tidak ada patokan dasar mengenai berapa yang harus dikeluarkan untuk anggaran marketing. Umumnya perusahaan kecil sampai  menengah mengeluarkan 5 – 10% dari total omset. Namun kembali lagi,  ukur kembali bisnis yang kamu miliki, tingkat kesanggupan, batas pengeluaran, dan lain sebagainya.

7. Buatlah Batasan mana yang tidak perlu dikerjakan

Batasan mengenai apa yang perlu dilakukan sangat diperlukan. Karena selain efisien hal ini juga dapat membuat fokus pengerjaan lebih meningkat, selain itu dengan melakukan hal ini seluruh perencanaan marketing mu tidak akan melebar dan dapat terhindar dari pengerjaan hal yang tidak diperlukan.

8. Gunakan Marketing Tool

Untuk memaksimalkan pencapaian dalam marketing plan. Penggunaan online marketing tools, mutlak dibutuhkan. Karena selain mempercepat pengerjaan beberapa online tools dibawah ini juga dapat mempermudah dan memaksimalkan kolaborasi pengerjaan marketing plan dengan team terkait. Beberapa diantaranya yang dapat kamu coba seperti beberapa tools di bawah ini :

Canva : membuat desain grafis untuk kebutuhan marketing.

Trello : mencatat dan mengelola to-do-lists, yang bisa juga dibagikan ke sesama rekan kerja.

Mailchimp : membuat berbagai kampanye, mengirimkannya ke pelanggan, kemudian melihat performanya. 

SociaBuzz : mencari influencers untuk diajak berkolaborasi mempromosikan produk Anda.

Hootsuite :  mengelola beberapa akun media sosial bersama tim.

SocialMention : mengetahui apa yang dibicarakan netizen tentang topik Anda atau topik yang lain.

SEMRush : menyusun strategi marketing berdasar performa kompetitor dan website sendiri.

Google Analytics : mendapatkan informasi trafik, penilaian performa, dan gambaran

Bagaimana, tidak sulit kan ? sekarang saatnya kamu praktekkan. Jangan lupa siapkan catatan dan segala hal  yang diperlukan untuk membuat marketing plan seperti yang kami sebutkan diatas. Dan jika masih ada hal yang membuat kamu bingung, cukup tinggalkan pertanyaan kamu di kolom komentar dan kami akan segera membantu kamu menjawabnya

API key not valid, or not yet activated. If you recently signed up for an account or created this key, please allow up to 30 minutes for key to activate.

Baca article menarik lainya dari Ayo Marketing